Kamis, 17 Desember 2009

Be Yourself!!!!!!!!

"Be yourself, say.....!", begitulah aku meulis komentar pada sebuah status Facebook milik salah satu teman perempuanku. Beberapa kali aku mengamati status FB-nya jarang sekali mengundang minatku untuk turut mengomentari. Ada rasa sebel ketika membaca setiap status yang terpampang. Ada apa dengan temanku yang satu ini? Hanya itu pertanyaan yang selalu bergentayangan di kepalaku setiap membaca statusnya. Badannya tinggi besar layaknya seorang bodyguard, meskipun dia seorang perempuan. Kami memang akrab layaknya adik-kakak, karena kami memang teman sekampung. Namun kami terpisah oleh jarak dan kami tetap berkomunikasi lewat internet.

Dari beberapa status yang kerap dia posting di Facebook, aku melihat dia seperti orang yang berputus asa karena sangat mengandalkan motivasi hidupnya pada seorang kekasih atau pacar. Inilah yang sangat tidak aku sukai pada dirinya. Terlebih lagi pacarnya adalah seorang anggota TNI. Ada kekhawatiran di hatiku jika dia sampai mengalami kekerasan oleh pacarnya, baik kekerasan psikologi maupun fisik. Aku tidak mengetahui secara pasti, sudah sejauh mana hubungannya. Jika saja dia bukan teman dekatku, aku tidak akan pernah ambil pusing. Karena hampir setiap anak muda bertingkah seperti ini. Seolah-olah cewek yang baik itu mesti memasrahkan segala sesuatunya pada sang pacar. Merubah dirinya demi sang pacar. Ujung-ujungnya jika sang pacar sudah bosan, dia dicampakkan oleh pacarnya. Maka yang tersisa adalah kekecewaan dan rasa sakit hati yang mendalam, sehingga tindakan bodoh seperti bunuh diri menjadi keputusan akhirnya. Aduh, betapa bodohnya dia. Apakah dia tidak pernah berpikir, siapa yang paling menyayanginya? pacarnya ataukah orang tuanya, ataukah saudara-saudaranya? atau paling tidak, jika saja dia berpikir untuk apa dia diciptakan di dunia ini, adalah untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi manusia lainnya? Tentu saja dia tidak akan pernah berbuat hal yang sekonyol itu.
Sahabatku, ingin sekali aku meninggalkan pesan :
Bolehlah kita mencintai seseorang, akan tetapi sekedarnya saja. Karena kelak kita pasti akan berpisah dengannya, cepat atau lambat. Bolehlah kita membenci seseorang, tetapi sekedarnya saja, karena siapa tahu kelak kita justru berbalik mencintainya. Maka, sandarkanlah cintamu pada Allah SWT. dan Rasul-Nya semata. Karena hanya Allahlah yang abadi. kawan.
Semoga dirimu tidak semakin terjerumus ke dalam bayangan asmara semu yang bersifat sementara. Masa depanmu jauh lebih berharga ketimbang memasrahkan diri kepadanya. Masih banyak lelaki yang menantikanmu, kawan. Ku kan berdo'a untukmu.

Tidak ada komentar: