Aku tidak tahu, ingin menulis apa? Yang jelas, sekarang aku hanya ingin menulis tentang membaca dan mendengarkan. Mendengarkan yang aku maksud adalah karena akhir-akhir ini aku mendapati beberapa sahabat perempuanku sedang frustasi dan stress. Banyak pemicunya, beberapa diantaranya adalah bimbang dan ragu karena akan melangsungkan pernikahan. Hal itu aku dengar sendiri tidak hanya dari seorang teman saja, tapi sudah dua orang temanku. Ada yang stress karena dipaksa untuk menikah mengingat usianya yang sudah memasuki kepala 3 lebih. Ada yang sedang dalam pencarian jodoh, kemudian ada lagi yang putus cinta karena pacarnya memang NA'UDZUBILLAH (nasibnya sama denganku, hi hi.....memang iya sih. But, bagi aku putus bukan persoalan penting. Aku hanya berharap, cepatlah hilang dan pergi jauh dari ingatanku dan jangan pernah kembali. Semua itu tak lebih dari kesalahan besar masa lalu).
Aktifitas "Mendengarkan", kelihatannya sangat sepele tapi sulit dipraktekkan. Pasalnya, mendengarkan yang aku maksud adalah menyimak seseorang yang sedang menuturkan dan menceritakan persoalannya sampai selesai dengan penuh seksama dan perhatian tanpa dikomentari sedikitpun. Terkadang, di tengah orang bercerita, ingin sekali menyela pembicaraannya karena ada hal yang tidak kita setujui dari pendapat atau tindakan yang diceritakannya. Bukankah orang boleh berpendapat? Orang boleh berargumen? Biarkan dia menyelesaikan ceritanya. Mendengarkan seseorang yang mencurahkan segala persoalan hidup yang sedang dihadapinya, itulah sebenarnya yang aku lakukan. Bukan apa-apa, dari situ aku menemukan ada pelajaran berharga yang aku dapatkan dari teman-teman. Berbagai pengalaman dan persoalan hidup justru menjadi guru yang sangat berharga bagiku. Yang paling menakjubkan adalah teman-teman dan sahabat-sahabatku merasa sangat nyaman bercerita sampai tuntas terhadapku. Entahlah, mereka merasa sangat plong ketika menumpahkan segala uneg-unegnya.
Wahai teman-temanku terutama teman perempuan. Kalian benar-benar luar biasa, itulah kalimat yang patut aku berikan kepada kalian. Bagaimana tidak? di tengah kondisi yang menghimpit persoalan hidup, kalian tetap tegar menghadapinya. Kalianlah sebenarnya yang menjadi motivasiku untuk terus berkembang dan berkembang menjadi sosok perempuan yang survive dan kuat seperti batu karang di lautan yang tak akan pernah goyah diterjang badai sekalipun.
Aktifitas "Mendengarkan", kelihatannya sangat sepele tapi sulit dipraktekkan. Pasalnya, mendengarkan yang aku maksud adalah menyimak seseorang yang sedang menuturkan dan menceritakan persoalannya sampai selesai dengan penuh seksama dan perhatian tanpa dikomentari sedikitpun. Terkadang, di tengah orang bercerita, ingin sekali menyela pembicaraannya karena ada hal yang tidak kita setujui dari pendapat atau tindakan yang diceritakannya. Bukankah orang boleh berpendapat? Orang boleh berargumen? Biarkan dia menyelesaikan ceritanya. Mendengarkan seseorang yang mencurahkan segala persoalan hidup yang sedang dihadapinya, itulah sebenarnya yang aku lakukan. Bukan apa-apa, dari situ aku menemukan ada pelajaran berharga yang aku dapatkan dari teman-teman. Berbagai pengalaman dan persoalan hidup justru menjadi guru yang sangat berharga bagiku. Yang paling menakjubkan adalah teman-teman dan sahabat-sahabatku merasa sangat nyaman bercerita sampai tuntas terhadapku. Entahlah, mereka merasa sangat plong ketika menumpahkan segala uneg-unegnya.
Wahai teman-temanku terutama teman perempuan. Kalian benar-benar luar biasa, itulah kalimat yang patut aku berikan kepada kalian. Bagaimana tidak? di tengah kondisi yang menghimpit persoalan hidup, kalian tetap tegar menghadapinya. Kalianlah sebenarnya yang menjadi motivasiku untuk terus berkembang dan berkembang menjadi sosok perempuan yang survive dan kuat seperti batu karang di lautan yang tak akan pernah goyah diterjang badai sekalipun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar